UPAYA PELESTARIAN PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI WARISAN BUDAYA BANGSA

Authors

  • Irma Erika Herawati Jurusan Pharmacy Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas al-Ghifari https://orcid.org/0000-0002-6129-0051 (unauthenticated)
  • Bayu Ningrat Jurusan Pharmacy Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas al-Ghifari
  • Afriani Ratna Puspita Jurusan Pharmacy Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas al-Ghifari
  • Karlina Yulia Jurusan Pharmacy Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas al-Ghifari
  • N Kintan Marliana Jurusan Pharmacy Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas al-Ghifari
  • Fira Mozza Octora Managemen, Fakultas Ekonomi, Universitas al-ghifari, Bandung, Jawa Barat, Indonesia
  • Krisdi Yundina Managemen, Fakultas Ekonomi, Universitas al-ghifari, Bandung, Jawa Barat, Indonesia
  • Nurkholis Daud Managemen, Fakultas Ekonomi, Universitas al-ghifari, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53675/babakti.v1i1.183

Keywords:

pelestarian, permainan tradisional, pengabdian, covid-19

Abstract

Permainan tradisional di Indonesia lahir dan berkembang dari budaya daerah yang menjadi ciri khas bagi kebudayaan setempat. Di masa pandemi Covid-19 saat ini, perubahan terjadi di semua sektor baik ekonomi maupun pendidikan. Proses pembelajaran berbasis daring selama pandemi Covid-19 menimbulkan berbagai permasalahan bagi anak dan keluarganya, khususnya siswa sekolah dasar. Adanya pembatasan sosial menimbulkan rasa jenuh sehingga intensitas penggunaan handphone sebagai media bermain dan hiburan semakin meningkat. Dampak yang dikhawatirkan dari kondisi ini adalah keberadaan permainan tradisional menjadi tergusur. Berbagai kalangan termasuk anak-anak dan generasi muda sudah tidak lagi mengenal permainan tradisional di daerahnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melestarikan permainan tradisional di masyarakat Desa  Kumpay. Upaya pelestarian permainan tradisional dilakukan melalui sosialisasi dan pengenalan permainan tradisional pada anak-anak. Jenis permainan yang dilakukan adalah boy-boyan, ucing sendal, ucing 25, balap karung dan balap kelereng. Kegiatan ini diharapkan anak-anak tidak lagi kecanduan dengan game online yang terbukti memiliki dampak buruk terhadap kesehatan. Berdasarkan hasil kegiatan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa anak-anak ternyata sangat antusias untuk melestarikan permainan tradisional sebagai warisan dari nenek moyang terdahulu.

References

Ari Setyawan. 2016. Penggunaan Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini Kelompok B Di Tk Masyithoh Toboyo. Skripsi. FIP. Kurikulum dan Teknologi Pendidikan. Universitas Negeri Yogyakarta.

Arif Widodo, Muhammad Tahir, Mohammad Archi Maulyda, Deni Sutisna, Muhammad Sobri, Muhammad Syazali, Radiusman. 2020. Upaya Pelestarian Permainan Tradisional Melalui Kegiatan Kemah Bakti Masyarakat. Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Vol 8, No.2, Juni 2020: 257-264.

Singgih Bektiarso , Sudarti , Yushardi. 2021. Sosialisasi Permainan Tradisional Dalam Upaya Mengembangkan Karakter Sosial Bagi Siswa Sekolah Dasar. Sinar Sang Surya (Jurnal Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat ) Vol. 5, No. 1, Hal. 42 – 51.

Windy Dermawan, Chandra Purnama, Emil Mahyudin. 2020. Penguatan “Kaulinan Barudak Sunda” sebagai permainan tradisional di Kecamatan Jatinangor. JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) 7 (1), 2020, 1-15.

Valentina Mbadhi, Maria Finsensia Ansel, Agustina Pali. 2018. Pengaruh Permainan Tradisional Petak Umpet Terhadap Penyesuaian Sosial Anak Usia Sekolah Dasar. Journal of Elemantary School (JOES)1(2):103-112

Downloads

Published

2021-12-18

Issue

Section

Articles