SOSIALISASI COVID-19 DAN PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL UNTUK MENINGKATKAN SISTEM IMUN DI MASA PANDEMI

Authors

  • Irma Erika Herawati Jurusan Pharmacy Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas al-Ghifari https://orcid.org/0000-0002-6129-0051 (unauthenticated)
  • Affriani Ratna Puspita Jurusan Pharmacy Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas al-Ghifari
  • N Kintan Marliana Jurusan Pharmacy Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas al-Ghifari
  • Bayu Ningrat Jurusan Pharmacy Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas al-Ghifari
  • Karlina Yulia Jurusan Pharmacy Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas al-Ghifari
  • Fira Mozza Octora Jurusan Managemen, Fakultas Ekonomi, Universitas al-ghifari, Bandung, Jawa Barat, Indonesia
  • Nurkholis Daud Jurusan Managemen, Fakultas Ekonomi, Universitas al-ghifari, Bandung, Jawa Barat, Indonesia
  • Krisdi Yundina Jurusan Managemen, Fakultas Ekonomi, Universitas al-ghifari, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53675/babakti.v2i1.193

Keywords:

Sars CoV2, Tanaman herbal, sistem imun, pengabdian

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. Virus corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia). Pengobatan terhadap visrus ini masih berdasarkan coba-coba, salah satunya adalah dengan memperbaiki sistem imunitas tubuh manusia menggunakan tanaman herbal. Tanaman telah banyak dimanfaatkan sebagai obat sejak zaman pra sejarah, yaitu sekitar 60.000 tahun yang lalu. Tanaman yang sering digunakan adalah empon-empon. Empon-empon banyak mengandung senyawa berkhasiat di antaranya adalah kurkumin yang terdapat pada temulawak yang merupakan antioksidan. Selain kurkumin, di dalam temulawak juga terdapat senyawa fenol yang berfungsi sebagai antioksidan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang bahayanya virus Sars-CoV2. Lebih memelihara kesehatan tubuh salah satunya dengan membuat jamu untuk meningkatkan imunitas tubuh. Metode yang digunakan  yaitu berupa sosialisasi dan praktek langsun kepada ibu pkk dan kader.Dengan di adakan nya kegiata ini respon masyarakat sangat antusias karna mereka mendapatkan ilmu baru tentang virus covid-19 varian baru dan masyarkat mendapatkan ilmu baru tentang bagaimana cara memanfaatkan tanaman herbal menjadi jamu yang dapat meningkatkan kesehatan mereka di masa seperti ini.

References

Desa, D., Kabupaten, T., Tengah, M., Wabula, L. R., & Umamity, S. (2021). Sosialisasi Covid-19 Dan Pemanfaatan Tanaman Herbal Sebagai Upaya Pemeliharaan Kesehatan Tubuh Di Masa Pandemi Covid-19. 232–237.

Meilina, R., Dewi, R., & Nadia, P. (2020). Sosialisasi pemanfaatan tanaman obat keluarga (toga) untuk meningkatkan imun tubuh di masa pandemi covid-19. Jurnal Pengabdian Masyarakat (Kesehatan), 2(2), 89–94. https://jurnal.uui.ac.id/index.php/jpkmk/article/view/1141

Alami, A. El, Fattah, A., & Chait, A. (2020). Journal Of Analytical Sciences And Applied Biotechnolgy Medicinal plants used for the prevention purposes during the covid-19 pandemic in Morocco ARTICLE INFO. Journal of Analytical Sciences and Applied Biotechnology, 2(1), 4–11.

Kemenkes RI. (2020). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Germas, 0–115.

Wahyuningsih, I. , & Widiyastuti, L. (2019). Pengolahan Empon-Empon Menjadi Minuman Kesehatan Berbasis Zero Waste Home Industry. BERDIKARI : Jurnal Inovasi Dan Penerapan Ipteks, 7(1), 53–61. https://doi.org/10.18196/bdr.7157

Downloads

Published

2023-04-03

Issue

Section

Articles