APLIKASI SERBUK UBI JALAR UNGU TERHADAP STABILITAS WARNA DAN DAYA TERIMA MASYRAKAT TERHADAP CREAM SOUP
Abstract
Ubi jalar ungu (iponemoe batatas (L) Lamp ) Ubi jalar merupakan sumber karbohidrat dan sumber kalori ( energi) yang cukup. Kandungan karbohidrat ubi jalar menduduki peringkat ke empat setelah padi, jagung, dan ubi kayu. Ubi jalar juga merupakan sumber vitamin dan mineral sehingga cukup baik untuk memenuhi gizi dan kesehatan masyrakat. Permasalahan makan pada masyarakat yang sering cocok untuk masyrakat biar mengcukupi kebutuhan gizi dan menarik tampilnya. Pemanfaatan bahan pangan local ubi jalar ungu terhadap pH3 yang bersifat amfoter kemampuan tinggi untuk beraksi baik dengan asam ataupun basah. Desain penelitian in Experimental (posttest Only Design) dengan metode yang digunakan analisis (ANAVA ) 3 perlakuan dan 4 kali Ulangan. Dari perlakuan terdiri dari 0,03 gram 0,06 gram 0,009 gram dan 1,2 gram. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kandungan gizi karbohidrat, protein, lemak, dan kadar antosianin pada pembuatan sup krim ektrak ubi jalar ungu meliputi warna, rasa, aroma , dan tektur dan daya terima di ukur di ukur denga metode luff scholl, protein metode kjedahl, lemak soxhlet, kadar antosionin metode PH deferensial dan uji arganoleptik mengunakan uji hedonik dan uji rangking. Data di analisis menggunakan aplikasi axcel . jika F > tabel 95% maka di lanjutkan uji ducan, maka hasil krim sup yang paling di sukai adalah penambahan ektrak ubi jalar ungu 0,006 gram.References
Achmad, R. 2004. Kimia Lingkungan. Edisi 1. Yogyakarta. Andi Offset. hlm. 15-16.
Alamsyah, S. 2007. Alat Penjernih Air Untuk Rumah Tangga. Kawan Pustaka. Jakarta.
Amagase Harunobu. 2006. Clarifying the Real Bioactive Constituents of Garlic. The Journal of Nutrition 136: p. 716S-725S.
Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat. 2013.Sumatera Barat Dalam Angka 2013.
BSN Badan Standardisasi Nasional. 1996. SNI-01-4321.1996. Syarat Mutu Sup Instan. Jakarta: BSN.
Badan POM RI(2013b). Peraturan Kepala Badan POM RI No. 37 Tahun 2013 Tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pewarna.Jakarta: Badan POM RI. Hal. 57 – 62.
BRKP. (2001). Proceding Forum Pasar Garam Indonesia. Jakarta: Departemen Kelautan Dan Perikanan. Hal: 1-18.
BSN(2010). Standar nasional Indonesia garam konsumsi beryodium. Jakarta.
Depkes RI. (1979). Materia Medika Indonesia. Jilid III. Jakarta: DepKes RIHalaman 285-289.
Dwiputra D, Jagat Ning A, Wulandari Kusuma F, Prakarsa Setya A, Puspaningrum A, & Islamiyah F. 2015. Minyak Jagung Alternatif Pengganti Minyak yang Sehat. Fakultas 14Pertenakan dan Pertanian.Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. Universitas Diponegoro Semarang
Departemen Kesehatan (2002). Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 907/MENKES/SK/VII/2002 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum. Jakarta.
DeMan, J. M. (1997). Kimia Makanan Edisi Kedua (Terjemahan). ITB. Bandung
Darwin Philips. 2013.Menikmati Gula Tanpa Rasa Takut. Perpustakaan Nasional:SinarIlmu.
Depkes, 1981. Kandungan Karbohidrat dalam Ubi Jalar Ungu
Ernie, Basrah A. 1987. Zat warna dan pemakaiannya dalam industripangan. Risalah seminar bahan tambahan kimiawi. food additive. Jakarta.
Fellows, P. (2000). Food Processing Technology Principles and Practise 2ndEdition. Elis Howard Limited. England.
Fellow P. J. dan Ellis. 1992. Food Processing Technology Principles and Practice.Ellis Horwood. London
Ginting. 2011. Potensi Ekstrak Ubi Jalar Ungu Sebagai Bahan Pewarna Alami Sirup. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi. ISBN: 978-979-1159-56-2.
Ginting, Sadar., (2010). Pemanfaatan Ubi Jalar Orange sebagai Bahan Pembuat Biskuit untuk Alternatif Makanan Tambahan Anak Sekolah Dasar di Desa Ujung Bawang Kecamatan Dolok Silau Kabupaten Simalungun. Universitas Sumatera Utara : Medan
Handawi, P.S. 2010. Kajian Keterkaitan Produksi, Perdagangan dan KonsumsiUbi Jalar untuk Meningkatkan 30% Partisipasi Konsumsi Mendukung Proses Keanekaragaman Pangan dan Gizi. Seminar Nasional. http//wwwanneahira.com/Artikel Umum/Agribisnis.htm. Kantor Deputi Menegristek.Ubi Jalar/Ketela rambat (Ipomoea batatasL)
Hardoko, Hendarto, L., &Siregar, T. M. 2010.Pemanfaatan Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L. Poir) sebagai Pengganti Sebagian Tepung Terigu dan Sumber Antioksidan pada Roti Tawar.Jurnal Teknologi dan Industri Pangan21 (1): 25 –23
Iriani, Endang dan Meinarti N. 1996. Seri Usaha Tani Lahan Kering”Ubi jalar”. Deptan Balai Penghijauan Teknologi Pertanian. Ungaran.
Inglett, M. J., dan G. E. Inglett 1982. Food Products Formulary Volume 4Fabricated Foods. The Avi Publishing Company, Inc. Westport.Connecticut.
Jackman, R.L. dan J.L. Smith. 1996. Anthocyanins and Betalanins.Natural Food Colorants. Blackie Academic & Proffesional. London.
Reifa. 2005. Ubi Jalar Sehatkan Mata dan Jantung, serta Mencegah Kanker. Majalah Kartini Nomor: 2134 Hal.148
Seafast center 2012 sumber antosianin yang di temukan pada buah buahan, sayuaran bunga dan berbagai jenis tumbuhan
kumalaningsih, S. (2006). Antioksidan Alami Penangkal Radikal Bebas. Surabaya: Trubus Agrisarana
Suriawiria, U.2001.Ubi Jalarhttp://www.pikiranrakyatonline.com/
Santoso W, Estiasih T. Kopigmentasi ubi jalar ungu dengankopigmentasi Na-kaseinat dan Protein Whey serta satbilitasnya terhadap pemanasan. J. Pangan dan Agroindustri 2004.Vol. 2. No. 4. 2014. p. 121-127
Sutomo, 2007. Pemanfaatan Tepung Terigu. Jakarta Gramedia.
Suprapta, D.N.,Jawi, I.M., Arcana, N., Indrayani, A.W., A.A. N and Subawa.2004. Efek Antioksidan Ekstrak Air Umbi Ubi jalar Ungu(Ipomoea batatas L ) Terhadap Darah dan BerbagaiOrgan Pada Mencit Yang Diberikan Beban AktivitasFisik Maksimal. Jurnal Veteriner9(2):65-71
Smaoui, S., Hlima, H. B., Jarraya, R., Kamoun, N. G., Ellouze, R., Damak, M. 2012. Cosmetic Emulsion of Virgin Coconut Oil: Formulation and Bio-physical Evaluation. African Journal of Biotechnology Vol. 11(40), pp. 9664-9671.
Sutrisno, Totok C.2004. Teknologi Penyediaan Air Bersih. Rineka Cipta, Jakarta
Terahara N., I.Konczak, H.Ono, M.Yoshimoto,andO.Yamakawa.2004. Characterization of acylated anthocyanins in callus induced from storage root of purple-fleshed sweet potato, Ipomoea batatas L. Jurna lBiomed. Biotechnol. 5: 279- 286.
Tensisika, Een S, Dita N. 2007. Ekstraksi pewarna alami dari buah arben (Rubusideus Linn.) dan aplikasinya pada sistem pangan.Jurnal Teknologi dan Industri Pangan 28(1):25-31
Jawi, I.M., Budiasa, K. (2011) Ekstrak Air Umbi Ubijalar Ungu Menurunkan TotalKolesterol serta Meningkatkan Total Antioksidan Darah Kelinci. Jurnal Veteriner, 12(2), pp. 120-125
Merdiyanti, A. 2008. Paket Teknologi Pembuatan Mie Kering dengan Memanfaatkan Bahan Baku Tepung Jagung.(Skripsi). FakultasTeknologi Pertanian, IPB, Bogor.Hal: 6-10.
Mochantoyo (1997: 33) Makanan yang cair terbuat dari rebusan daging, ayam, atau sayuran dan banyak mengandung gizi serta dihidangkan sebagai hidangan pembuka, makanan ringan atau sebagai pelengkap makanan pokok
Murtiningsih dan Suyanti, 2011. Membuat Tepung Umbi dan Variasi Olahannya,Jakarta: AgroMedia Pustaka
Mulia, Ricky.M. 2005. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Edisi pertama, sYogyakarta: Penerbit Graha Ilmu.
Miller, D. D. 1992. Liquid Milk and Cream In The Tecnhology of Dairy Product.
Blackie Gladgow. London
Muryanti. 2011. Proses pembuatan selai herbal rosella (Hibisas sabdariffa L) kaya antioksidan dan vitamin C.Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret,Surakarta
Yanhendri. dan Yenny, S.W. 2012, Berbagai Bentuk Sediaan Topikal dalam Dermatologi, Cermin Dunia Kedokteran, 39(6)423-430.