PERSPEKTIF EKOLOGI ADMINISTRASI: PEMBANGUNAN INSFRASTRUKTUR KERETA API CEPAT JAKARTA-BANDUNG

Dina Dina (1) , Imas Della Menanda (2) , Irvan Anugrah Pratama (3) , Kaela Meta Ramadhani (4) , Mia Sumiati (5)
(1) FISIP Universitas Al-Ghifari,
(2) UIN Sunan Gunung Djati Bandung,
(3) UIN Sunan Gunung Djati Bandung,
(4) UIN Sunan Gunung Djati Bandung,
(5) UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Abstrak

Pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari pembangunan nasional dan sebagai roda penggerak pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Salah satu wujud pembangunan infrastruktur tersebut adalah modernisasi sarana transportasi kereta dengan membuat Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung. Masalah penelitian ini adalah secara ekologi administrasi bahwa dinamika pembangunan infrastuktur kereta api cepat Bandung-Jakarta belum sepenuhnya diimbangi responsivitas birokrasi khusunya di tingkat lapangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mendeskripsikan  pembangunan Infrastruktur Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang lokusnya di Desa Buah Batu, Kecamatan Bojongsoang kabupaten Bandung, ditinjau dari sisi ekologi administrasi menggunakan konsep tri gatra dan panca gatra. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ditinjau dari segi ekologi administrasi, pembangunan infrastruktur KA Cepat Jakarta-Bandung telah dilaksanakan, namun antisipasi dan solusi di tingkat lapangan belum sepenuhnya dapat berjalan

Penulis

Dina Dina
Imas Della Menanda
Irvan Anugrah Pratama
Kaela Meta Ramadhani
Mia Sumiati

Cara Mengutip

PERSPEKTIF EKOLOGI ADMINISTRASI: PEMBANGUNAN INSFRASTRUKTUR KERETA API CEPAT JAKARTA-BANDUNG. (2021). NEO POLITEA, 2(1), 1-10. https://doi.org/10.53675/neopolitea.v2i1.283

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Referensi

Anggara, S. (2018). Ekologi Administrasi.

Bandung: Pustaka setia.

Astriani, N., & Adharani, Y. (2017). Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dari Sudut Pandang Penegakan Hukum Penataan Ruang (Jakarta-Bandung Rapid Train Construction From Spatial Planning Law Enforcement Point of View).

Engkus,E, Sakti, F. T., & Afiyah, S. (2020). The Pollution of the Citarum River Watershed (DAS): Analysis of Control Policy Implementation in Indonesia. Italienisch, 10(2), 24-33.

Engkus, E. (2017). Administrasi Publik dalam Perspektif Ekologi. JISPO Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 7(1), 91-101.

Engkus, E. (2013). Desentralisasi (Teori yang Baik dengan Praktek yang buruk). JISPO Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, (4), 1-16.

Kadarisman, M. (2017). Kebijakan Transportasi Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung Dalam Mewujudkan Jakarta-Bandung for Environment Friendly.

Listyaningsih. (2014). Administrasi Pembangunan, Pendekatan Konsep dan Implementasi. Yogyakarta:Graha ilmu Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik.

Prasetyo, R. & F. (2019). Pertumbuhan Infrastruktur pada Pertumbuhan Ekonomi Wilayah di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan.

Presiden RI, (2015). Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015 Tentang Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur. Presiden RI, 20 Maret.

PT.KCIC. (2016). Kereta Cepat Jakarta Bandung.

PT. KCIC (2019). Kereta Cepat Jakarta-Bandung: Progres Pengembangan. Diakses di https://kcic.co.id/proyek/kereta-progres-pengembangan/ pada 2 April 2021.

Puspitasari, F. S. and V. (2020). Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dalam Perspektif Kritis Environmentalisme. Padjadjaran Journal of International Relations.

Siagian, Sondang P. (2003). Administrasi Pembangunan : Konsep, Dimensi dan Strategi.Jakarta: Bumi Aksara.

Sitanggang, H. (1997). Ekologi Pemerintahan. Pustaka Sinar Harapan.

Sundari, R. P. and R. (2019). Diplomasi Dan Power: Sebuah Kajian Analisis. Journal of Diplomacy and International Studies

Yamin, M., & Windymadaksa, S. (2017). Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sebagai Mercusuar Hubungan Indonesia-Tiongkok. JPP