BANK SAMPAH SEBAGAI ALTERNATIF STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN BANDUNG

Authors

  • Linda Sartika

Abstract

Perubahan pola pikir masyarakat mengenai sampah, perlu dilakukan secara berkelanjutan. Edukasi kesadaraan dan keterampilan warga untuk pengelolaan sampah dengan penerapan prinsip reduce, reuse, recycle dan replant (4R) penting dalam penyelesaian masalah sampah melalui pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Bank sampah yang berbasiskan partisipasi warga perempuan merupakan upaya sosial dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Bank sampah yang diintegrasikan dengan prinsip 4R dilaksanakan di Desa Pinggirsari Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung Indonesia. Kegiatan bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan tapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah. Pemberdayaan warga melalui kegiatan penyuluhan, edukasi, pelatihan dengan metode partisipasi berupa interaksi dan komunikasi, serta dialog dengan warga di komunitas. Selain itu, diperlukan dukungan kerjasama dengan membangun jejaring dan mekanisme kelembagaan antara warga pengelola bank sampah dengan stakeholder terkait. Bank Sampah di Desa Pinggrsari ini harus memberikan manfaat kepada warga, terutama manfaat langsung dengan berkurangnya timbulan sampah di komunitas, agar lingkungan menjadi lebih bersih dan asri, serta kemandirian warga secara ekonomi. Terdapat manfaat dari segi ekonominya, dimana dari tabungan sampah ini nantinya akan memperoleh uang yang dapat digunakan untuk membayar air, listrik dan membeli sembako, juga terwujudnya kesehatan lingkungan, dengan kondisi komunitas yang lebih bersih, hijau, nyaman, dan sehat. Pengelolaan sampah terintegrasi dapat mengembangkan kreativitas dan inovasi dari masyarakat sehingga meningkatkan kesejahteraan warga.

References

Downloads

Published

2023-07-24