ANALISIS SEMIOTIKA PIERCE PADA POSTER UNJUK RASA WARGA TERKAIT SENGKETA PEMBAYARAN TANAH OLEH UNIVERSITAS PADJADJARAN
Abstract
Unjuk rasa merupakan cara masyarakat untuk berekspresi, menyatakan sebuah tuntutan, anggapan
atapun menyampaikan pesan. Media unjuk rasa yang kerap kali digunakan masyarakat sebagai usaha untuk
menuangkan ekspresi adalah poster. Umumnya poster di desain lalu di publikasikan di berbagai media
ataupun dicetak lalu ditempatkan diruang publik. Poster menjadi media paling ampuh untuk menyampaikan
suatu pesan, karena poster memuat visual yang menarik dan pesan verbal yang sarat akan makna, tidak
hanya unsur verbalnya saja yang memiliki makna, visual didalam poster pun sarat akan makna. maka dari
itu penelitian ini bertujuan untuk memahami isi dan makna yang terdapat didalam poster unjuk rasa warga
terkait sengketa pembayaran tanah oleh Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan
Semiotika Charles Sanders Pierce yakni Ikon, Indeks dan simbol, karena Semiotika merupakan kajian ilmu
yang memahami tanda dan juga makna pendekatan ini dinilai relevan untuk mengungkap makna yang
terdapat didalam poster. Kemudian teori penelitian ini juga didukung oleh teori Kualitatif Deskriptif. Metode
pengumpulan data yang dilakukan ialah dengan mengambil gambar poster unjuk rasa warga yang terdapat
dilingkungan Universitas Padjadjaran selanjutnya data yang telah diperoleh kemudian dianalisis
menggunakan pendekatan yang relevan dengan Semiotika Pierce yakni Ikon, Indeks dan Simbol yang
terkandung didalamnya. Penelitian ini menggunakan delapan data poster sebagai objek kajian. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kedelapan poster memuat tanda-tanda yang merepresentasikan penderitaan
masyarakat, tuntutan atas hak kepemilikan tanah, kritik terhadap pihak yang berwenang, serta harapan akan
terwujudnya keadilan. Melalui pendekatan Semiotika Pierce ditemukan bahwa setiap poster tidak hanya
menyampaikan informasi mengenai sengketa tanah, tetapi juga membangun makna sosial berupa kritik
terhadap ketimpangan kekuasaan dan lambannya penyelesaian konflik.
atapun menyampaikan pesan. Media unjuk rasa yang kerap kali digunakan masyarakat sebagai usaha untuk
menuangkan ekspresi adalah poster. Umumnya poster di desain lalu di publikasikan di berbagai media
ataupun dicetak lalu ditempatkan diruang publik. Poster menjadi media paling ampuh untuk menyampaikan
suatu pesan, karena poster memuat visual yang menarik dan pesan verbal yang sarat akan makna, tidak
hanya unsur verbalnya saja yang memiliki makna, visual didalam poster pun sarat akan makna. maka dari
itu penelitian ini bertujuan untuk memahami isi dan makna yang terdapat didalam poster unjuk rasa warga
terkait sengketa pembayaran tanah oleh Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan
Semiotika Charles Sanders Pierce yakni Ikon, Indeks dan simbol, karena Semiotika merupakan kajian ilmu
yang memahami tanda dan juga makna pendekatan ini dinilai relevan untuk mengungkap makna yang
terdapat didalam poster. Kemudian teori penelitian ini juga didukung oleh teori Kualitatif Deskriptif. Metode
pengumpulan data yang dilakukan ialah dengan mengambil gambar poster unjuk rasa warga yang terdapat
dilingkungan Universitas Padjadjaran selanjutnya data yang telah diperoleh kemudian dianalisis
menggunakan pendekatan yang relevan dengan Semiotika Pierce yakni Ikon, Indeks dan Simbol yang
terkandung didalamnya. Penelitian ini menggunakan delapan data poster sebagai objek kajian. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kedelapan poster memuat tanda-tanda yang merepresentasikan penderitaan
masyarakat, tuntutan atas hak kepemilikan tanah, kritik terhadap pihak yang berwenang, serta harapan akan
terwujudnya keadilan. Melalui pendekatan Semiotika Pierce ditemukan bahwa setiap poster tidak hanya
menyampaikan informasi mengenai sengketa tanah, tetapi juga membangun makna sosial berupa kritik
terhadap ketimpangan kekuasaan dan lambannya penyelesaian konflik.
Authors
How to Cite
ANALISIS SEMIOTIKA PIERCE PADA POSTER UNJUK RASA WARGA TERKAIT SENGKETA PEMBAYARAN TANAH OLEH UNIVERSITAS PADJADJARAN. (2026). The GIST, 9(1). https://doi.org/10.53675/vt7xdz48