KONTEKS DENOTATIF DAN KONOTATIF DALAM KARYA SASTRA "THE DEED OF THE BLOODY TYRANT "

Rifdah Salsabila Alfreda (1) , R. Myrna Nur Sakinah (2)
(1) Universita Islam Negri Gunung Djati,

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini menganalisis makna denotatif dan konotatif dari syair karya Pir Sultan Abdal yang berjudul "The Deed of the Bloody Tyrant". Peneliti menggunakan metode kualitatif karena hasil penelitian ini adalah bait-bait puisi dan kata yang kemudian dijelaskan. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan beberapa makna terselubung dan juga mitos yang terselip dalam syair "The Deed of the Bloody Tyrant" karya Pir Sultan Abdal seperti kicauan burung nightingale, hujan batu, teman dan musuh yang bermunculan, serta tanggung jawab tentang apa yang kita lakukan. Penelitian ini menggunakan teori Roland Barthes dan berfokus pada makna denotatif, konotatif pada mitos yang ada di syair "The Deed of the Bloody Tyrant" karya Pir Sultan Abdal. Hasil dalam penelitian ini memberikan pemahaman lebih yang mendalam pada makna dari kisah Pir Sultan Abdal yang ditulis dalam syairnya. Selain itu, penelitian ini menemukan adanya makna denotasi dan konotasi pada setiap baris, hanya saja tidak semuanya memiliki mitos masing-masing. Makna denotasi dalam syair ini adalah kisah tentang  Pir Sultan Abdal yang harus menghadapi hukumannya atas kebencian yang ditumpahkan oleh seorang tiran yang merupakan temannya dahulu kala. Sedangkan makna konotasi dalam syair ini adalah perasaan kecewa yang cukup besar, permainan emosional atas kekalahan telak yang tak bisa dimenangkan sedari awal hanya karena kedudukan yang tidak seimbang dan tidak adanya keadilan. Andil permainan belakang ini menjadi pisau yang menusuk tajam adalah hal yang dulunya sangat umum terjadi baik dalam segala status sosial. Ideologi yang didapat adalah bagaimana permainan kekuasaan dapat melakukan manipulasi sosial sehingga menutupi mana yang benar dan salah, perilaku tidak adil dan juga asal hakim merupakan hal yang belum bisa dihindari pada tahun itu karena belum adanya peraturan yang dapat melindungi hak asasi manusia secara jelas.Kata kunci: denotasi, konotasi, makna, mitos, semiotik Roland Barthes ABSTRACTThis study analyzes the denotative and connotative meanings of Pir Sultan Abdal's poem "The Deed of the Bloody Tyrant". The researcher uses qualitative methods because the results of this study are verses of poetry and words which are then explained. In this study, the researchers found some hidden meanings and myths tucked away in Pir Sultan Abdal's poem "The Deed of the Bloody Tyrant" such as the chirping of the nightingale birds, the rain of stones, friends and enemies that appear, and the responsibility for what we do. This study uses Roland Barthes' theory and focuses on the denotative and connotative meanings of the myths in the poem "The Deed of the Bloody Tyrant" by Pir Sultan Abdal.  The results in this study provide a deeper understanding of the meaning of the story of Pir Sultan Abdal written in his poetry. In addition, this study found that there are denotative and connotative meanings in each line, but not all of them have their own myths. The denotative meaning in this verse is the story of Pir Sultan Abdal who must face his punishment for the hatred by a tyrant who was his friend. While the connotation meaning in this verse is a feeling of considerable disappointment, an emotional game over a crushing defeat that cannot be won from the start only because of an unequal position and lack of justice. This back game contribution to being a sharp knife is something that used to be very common in all social standings. The ideology is how power games can carry out social manipulation so as to cover up what is right and wrong, unfair behavior and also the origin of judges is something that cannot be avoided that year because there are no regulations that can protect human rights clearly.Keywords: connotation, denotation, meaning, myth, semiotics Roland Barthes

Authors

Rifdah Salsabila Alfreda
English Literature Department
R. Myrna Nur Sakinah

How to Cite

KONTEKS DENOTATIF DAN KONOTATIF DALAM KARYA SASTRA "THE DEED OF THE BLOODY TYRANT ". (2022). The GIST, 4(2). https://doi.org/10.53675/gist.v4i2.388

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

References

REFERENSI

Fauzan, F. (2020). The Denotative and Connotative Meaning in Sheila on 7 Song Lyrics “Film Favorit”. SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Dan Humaniora, 9 - 18. Diakses dari https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/sosio/article/view/6339 pada tanggal 9 Juni 2021.

Koerbin, P. (2011). Pir Sultan Abdal: Encounters with Persona in Alevi Lyric Song. Oral Tradition, 26(1), 219. Diakses dari https://journal.oraltradition.org/wp-content/uploads/files/articles/26i/09_26.1.pdf pada tanggal 10 Juni 2021.

Latifah, H. (2020). Analisis Semiotik dalam Cerpen "Tak Ada yang Gila di Kota Ini". Jurnal Penelitian Humaniora, 25(2), 78 - 88. Diakses dari https://journal.uny.ac.id/index.php/humaniora/article/view/40209 pada tanggal 12 Juni 2021.

Lustyantie, N. (2012). Pendekatan Semiotik Model Roland Barthes dalam Karya Sastra Perancis. Prosiding dari Seminar Nasional FIB UI 2012, 1 - 7. Diakses dari http://pps.unj.ac.id/publikasi/dosen/ninuk.lustyantie/16.pdf pada tanggal 14 Juni 2021.

Mudjiyanto, B, & Nur, E. (2013). Semiotika dalam Metode Penelitian Komunikasi. Jurnal Penelitian Komunikasi, Informatika, dan Media Massa, 16(1), 73. Diakses dari https://jurnal.kominfo.go.id/index.php/pekommas/article/view/1160108 pada tanggal 17 Juni 2021.

Myrna, M. N. S., & Aufa Almujafar, M. G. (2020). A Semiotic Analysis Myth of Life in Lyric’s Blowin’in the Wind by Bob Dylan’s. TEXTURA, 6(2), 162 - 176. Diakses dari http://journal.piksi.ac.id/index.php/TEXTURA/article/view/114 pada tanggal 9 Juni 2021.

Saragih, A. (2007). Bahasa sebagai Semiotik Sosial dan Pembelajaran Bahasa Inggris. Medan Makna: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesusastraan, 4(1), 1 - 4. Diakses dari https://ojs.badanbahasa.kemdikbud.go.id/jurnal/index.php/medanmakna/article/view/829 pada tanggal 16 Juni 2021.

Sartini, N. W. (2014). Tinjauan Teoritik Tentang Semiotik. Diakses dari http://journal.unair.ac.id/filerPDF/Tinjauan%20Teoritik%20tentang%20Semiotik.pdf pada tanggal 6 Juni 2021.

Septiana, R. (2019). Makna Denotasi, Konotasi dan Mitos dalam Film Who Am I Kein System Ist Sicher (Suatu Analisis Semiotik). Diakses dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jefs/article/view/24151 pada tanggal 7 Juni 2021.

Wahidmurni. (2017). Pemaparan Metode Penelitian Kualitatif (Disertasi tidak diterbitkan). Diakses dari http://repository.uin-malang.ac.id/1985 pada tanggal 8 Juni 2021.

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2