EVALUASI MAKROSKOPIS AKTIVITAS ANTISARIAWAN EKSTRAK BIJI TREMBESI (Samanea saman (JACQ.) MERR.) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN ULKUS MUKOSA ORAL PADA TIKUS PUTIH

Taufik Septiyan Hidayat (1)
(1) Universitas Al-Ghifari

Abstrak

Recurrent Aphthous Stomatitis (RAS) merupakan penyakit inflamasi pada mukosa mulut yang sering menimbulkan nyeri dan gangguan fungsi oral. Penggunaan obat konvensional dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif terapi berbahan alam yang lebih aman. Biji trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai agen antiinflamasi dan penyembuh luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antisariawan ekstrak etanol biji trembesi pada tikus putih yang diinduksi asam asetat. Penelitian menggunakan metode true experimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang melibatkan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif (Nystatin®), serta kelompok perlakuan ekstrak dengan dosis 50, 100, dan 150 mg/kgBB. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, dilanjutkan dengan skrining fitokimia dan pengujian aktivitas antisariawan secara in vivo. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Pengamatan menunjukkan bahwa ekstrak biji trembesi mampu mempercepat penyembuhan ulser dibandingkan kontrol negatif. Dosis 150 mg/kgBB memberikan efektivitas terbaik dengan penyembuhan sempurna pada hari ke-6. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p < 0,05). Disimpulkan bahwa ekstrak etanol biji trembesi memiliki aktivitas antisariawan, dengan dosis 150 mg/kgBB sebagai dosis paling efektif.
Kata kunci: Biji trembesi, antisariawan, RAS, asam asetat, in vivo.

Penulis

Taufik Septiyan Hidayat
Konsentrasi Farmakologi, Jurusan Farmasi Universitas Al-ghifari

Cara Mengutip

EVALUASI MAKROSKOPIS AKTIVITAS ANTISARIAWAN EKSTRAK BIJI TREMBESI (Samanea saman (JACQ.) MERR.) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN ULKUS MUKOSA ORAL PADA TIKUS PUTIH. (2026). Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi, 14(1). https://doi.org/10.53675/d3rscn33

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Referensi

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama