Analisis Kadar Pengawet Natrium Nitrit Pada Sosis Tidak Bermerk Di Pasar Tradisional Kabupaten Subang Dengan Metoda Spektrofotometri UV-Vis

Ginayanti Hadisoebroto (1) , Pramono Nugroho (2) , Sri Mulyani (3)
(1) Prodi Farmasi, Universitas Al-Ghifari,
(2) Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna LIPI,
(3) Prodi Farmasi, Universitas Al-Ghifari

Abstrak

Natrium nitrit merupakan salah satu pengawet makanan yang diijinkan yang banyak digunakan pada daging dan ikan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menetapkan kadar natrium nitrit dengan sampel yang digunakan berupa sosis tidak bermerk. Identifikasi senyawa natrium nitrit dilakukan dengan metoda Griess Ilosvay, sedangkan penetapan kadarnya dilakukan dengan metoda Spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian bahwa dari 10 sampel yang diuji, semua positif mengandung natrium nitrit antara 13,43 mg/kg (pada sampel F) - 233,1 mg/kg (pada sampel A). Kemudian 7 sampel memiliki kadar natrium nitrit melebihi batas maksimum berdasar PerKBPOM Nomor 36 tahun 2013 tentang bahan tambahan pangan daging olahan yaitu 30 mg/kg.

Penulis

Ginayanti Hadisoebroto
Pramono Nugroho
Sri Mulyani

Cara Mengutip

Analisis Kadar Pengawet Natrium Nitrit Pada Sosis Tidak Bermerk Di Pasar Tradisional Kabupaten Subang Dengan Metoda Spektrofotometri UV-Vis. (2019). Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi, 8(1), 1-4. https://doi.org/10.53675/jsfar.v1i1.13

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Referensi

AOAC., 1995., Official Methods Of Analysis of AOAC international 16 th ed., AOAC international,USA. Inc. Chapter 39.

BPOM, 2013. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia No.36 tahun 2013 tentang batas maksimum penggunaan bahan tambahan pangan pengawet.

Badan Standarisasi Nasional. 1995. Standar Nasional Indonesia untuk Bahan Tambahan Makanan. SNI 01-0222- 1995. BSN :Jakarta.

Cahyadi, W. 2006., Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Jakarta : Penerbit Bumi Aksara.

Cahyadi, W. 2008., Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan Edisi 2 Cetakan I., Jakarta : Bumi Aksara.

Departemen Kesehatan RI, 1995, Farmakope Indonesia, Edisi IV, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Depkes RI, 2012. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 033 tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan, Jakarta.

Harbone.J.B., 1987. Metode fitokimia. Edisi kedua. ITB. Bandung

Lestari P, Sabikis, dan Utami I.P, 2011. Analisis Natrium Nitrit Secara Spektrofotometri Visible Dalam Daging Burger Yang Beredar Di Swalayan Purwokerto. Jurnal, fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah, volume 08 No 03. ISSN : 1693-3591.

Ma’rifah R.Z.D, 2013. Identifikasi Dan Penetapan Kadar Nitrit Dalam Makanan Siap Saji Sosis Yang Beredar Di Kota Surakarta DenganMetode Spektrofotometri Uv-Vis. Tugas Akhir, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Silalahi, J. 2005., Masalah Nitrit dan nitrat dalam Makanan., Medika No.07 Tahun ke XXXI. Hal., 460-461.

Underwood, A.L dan R.A. Day, JR. 2002., Analisis Kimia Kuantitatif., Edisi VI., Jakarta : Erlangga

Vogel. 1990 ., Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan semimikro., Edisi V., Jilid II., Jakarta : PT. Kalman Media Pustaka.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>