VALIDASI PARSIAL UJI PENETAPAN KADAR VIRULENSI (Vi) PADA PRODUK RUAHAN POLISAKARIDA VIRULENSI (Vi), PRODUK RUAHAN KONJUGAT VIRULENSI- DIFTERIA (ViDT), DAN PRODUK AKHIR VAKSIN TIFOID KONJUGAT DENGAN METODE HPAEC- PAD

Ginayanti Hadisoebroto (1) , Siti Azizah (2) , Atin Supriyatin (3)
(1) Prodi Farmasi, Universitas Al-Ghifari,
(2) PT. Biofarma Bandung,
(3) Prodi Farmasi, Universitas Al-Ghifari

Abstrak

Vaksin konjugat dibuat dengan menggunakan bagian kapsul bakteri. Kapsul tersebut mengandung antigen polisakarida Vi, di mana Vi merupakan faktor untuk menentukan tingkat patogen di dalam bakteri dan antigen merupakan molekul struktur turunan dari bakteri yang dapat memicu respon imun protektif ketika dikombinasikan dengan molekul struktur yang lebih besar seperti carrier protein. Antigen polisakarida Vi berhubungan dengan imunogenisitas yang merupakan kemampuan suatu imunogen untuk menginduksi respon imun di dalam tubuh. Maka dari itu kadar Vi diuji untuk melihat dan menilai seberapa efektif dan protektif vaksin typhoid Vi jenis konjugasi ini. Metode HPAEC-PAD adalah kromatografi pertukaran anion berkinerja tinggi untuk kuantifikasi kandungan sakarida bebas dan total dari vaksin konjugasi tifoid (konsentrat bulk atau fill akhir) sakarida yang dipisahkan dideteksi dengan Pulsed Amperometric Dection (PAD). Metode tersebut perlu dilakukan validasi untuk menghasilkan data yang diyakini konsisten sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan bahwa metode HPAEC-PAD yang digunakan akan memberikan ketelitian, ketepatan serta ketegaran (Robustness) yang memenuhi persyaratan.

Penulis

Ginayanti Hadisoebroto
Siti Azizah
Atin Supriyatin

Cara Mengutip

VALIDASI PARSIAL UJI PENETAPAN KADAR VIRULENSI (Vi) PADA PRODUK RUAHAN POLISAKARIDA VIRULENSI (Vi), PRODUK RUAHAN KONJUGAT VIRULENSI- DIFTERIA (ViDT), DAN PRODUK AKHIR VAKSIN TIFOID KONJUGAT DENGAN METODE HPAEC- PAD. (2020). Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi, 9(1), 19-24. https://doi.org/10.53675/jsfar.v2i1.27

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Referensi

Alba S, Bakker MI, Hatta M, Scheelbeek PFD, et al.. 2016. Risk Factors of Typhoid Infection in the Indonesian Archipelago. PLoS ONE 11(6): e0155286. doi:10.1371/journal.pone.0155286.

Anonim. (2003). The Diagnosis, Treatment and Prevention of Thypoid Fever. Retrieved Februari 18, 2018, from World Health Organization- Vaccines Document.

Buckle GC, Walker CLF, dan Black RE. 2012. Typhoid fever and paratyphoid fever: Systematic review to estimate global morbidity and mortality for 2010. J Glob Health. 2(1):10401.

Erman Tritama. 2015. Development of Typhoid Conjugate Vaccine in Biofarma. In 9th International Conference on Typhoid and Invasive NTS Disease.

McGregor AC, Waddington CS, Pollard AJ. 2013. Prospects for prevention of Salmonella infection in children through vaccination. Curr. Opin. Infect. Dis. 26: 254–262.

Micoli, F., Rondini, S., Pisoni, L., Berti, F., Proietti, D., Costantino, P., et al. (2011). CRM 197 As A New Conjugate Vaccine Against Salmonella Thypi. Vaccine, 712-720.

Rohrer, J. 2004. Analysis of Carbohydrates by High Performance Anion- Exchange Chromatography with Pulsed Amperometric Detection.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>