POLA PEMBERIAN AMOKSISILIN PADA BEBERAPA MORBIDITAS LAYANAN

Sri Setiatjahjati (1) , Sahnaz Sahnaz (2) , Rina Rina (3) , eydina eydina (4) , Rismayanti Rismayanti (5)
(1) Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Al-Ghifari,
(2) Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Al-Ghifari,
(3) Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Al-Ghifari,
(4) Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Al-Ghifari,
(5) Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Al-Ghifari

Abstract

Latar Belakang: Kemampuan antibiotik tidak perlu diragukan lagi, akan tetapi penggunaannya yang tidak rasional akan segera diikuti dengan munculnya kuman kebal antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tren  pada pola resep obat antibiotik amoksisillin dan untuk menilai potensi resistensi antibiotik pada morbiditas yang berbeda. Metode: Penelitian deskriptif non eksperimental berdasarkan data Retrospektif  dengan sampel pasien yang mendapat terapi antibiotik amoksisilin pada bulan Januari-Maret 2019. Data yang dianalisis adalah gambaran rasionalitas penggunaan amoksisillin meliputi tepat obat, tepat dosis, tepat lama pemberian.  Data penelitian atas ijin  dengan melihat rekam medis dan resep pasien yang mendapat terapi antibiotik amoksisilin di Puskesmas,  RSIA, rumah sakit swasta dan klinik swasta di Kota Bandung. Hasil: Tingkat rasionalitas penggunaan amoksisilin pada beberapa layanan rawat jalan di fasilitas kesehatan Kota Bandung sebesar 68,26% dari 249 pasien.  Rasionalitas berdasarkan kriteria ketepatan pemberian obat 100%, ketepatan dosis 85,88%, ketepatan durasi 18,92%. Kesimpulan: Potensi resistensi berdasarkan gambaran ketepatan pemberian obat, dosis dan durasi amoksisilin sebesar 31,74%.

Authors

Sri Setiatjahjati
Sahnaz Sahnaz
Rina Rina
eydina eydina
Rismayanti Rismayanti

How to Cite

POLA PEMBERIAN AMOKSISILIN PADA BEBERAPA MORBIDITAS LAYANAN. (2024). Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi, 11(2), 36-41. https://doi.org/10.53675/jsfar.v11i2.1203

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

References

Aberg, J.A., Lacy,C.F, Amstrong, L.L, Goldman, M.P, and Lance, L.L.2009. Drug Information Handbook, 17 edition. Lexi-Comp for the American Pharmacists Association.

Avery T., Barber N., dkk. 2012. Investigating the Prevalence and causes of prescribing Errors in General Practice. United Kingdom: Council Regulating Doctors Ensuring Good Medical Practice.

Departemen Kesehatan RI. 2005. Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan. Jakarta: Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Direktorat Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan

Departemen Kesehatan RI. 2009. Kategori Usia. Dalam http://kategori-umurmenurut-Depkes.html. Diakses Pada Tanggal 20 Juni 2016

Departemen Kesehatan RI. 2011. Peraturan Menteri Kementerian Kesehatan Nomor 2406/Menkes/Per/XII/2011 tentang Pedoman Umum Penggunan Antibiotik. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Sidharti, L, Giok P, Rika L, Tri U S. 2015. Kesesuaian Peresepan Penyakit Faringtis Akut terhadap Standar Pengobatan di Puskesmas Rawat Inap Simpur Bandar Lampung Tahun 2013. J Agromed Unila. Lampung : Unila Pers.

World Health Organization. 2001. WHO World Health Organization Report 2000. Genewa: WHO.

WHO. 2014. Antimicrobial resistance: global report on surveillance 2014. World Health Organization Programmes and Projects. http://www.who.int/drugresistance/documents/surveillancereport/en/ (diakses 28 Januari 2018).

Most read articles by the same author(s)