Smart Digital Laboratory: Strategi Sinergitas Antar Perguruan Tinggi Dalam Membangun Desa Tertinggal

Komarudin Tasdik (1)

Abstract

Saat ini, satu kampus dengan kampus lain baru mencapai tahap berkompetisi, bukan kolaborasi. Padahal untuk membangun sebuah bangsa yang besar dibutuhkan sinergi kuat antar perguruan tinggi. Teknologi digital juga belum menyadarkan dosen untuk bersinergi mencarikan solusi bangsa, tapi masih terfokus pada mengamankan karirnya melalui penelitian masing-masing yang masih kurang berdampak secara sosial. Web Smart Digital Laboratory (SDL) dapat dijadikan strategi riset dan pembelajaran dalam membangun sinergitas dosen dari semua perguruan tinggi di bawah LLDIKTI 4 sesuai kebutuhan warga desa. Bahkan, SDL bisa menghadirkan dosen nasional dan internasional sebagai pakar untuk mengatasi permasalahan desa tertinggal. Untuk meminimalisir resiko, maka desa Cisewu diangkat sebagai model Smart Village untuk menerapkan SDL. Jika Cisewu berhasil, maka SDL dapat diterapkan di desa lain. Adapun ide yang diajukan: 1) LLDIKTI 4 dapat menjadi inisiator pembangunan SDL, 2) SDL dapat dimanfaatkan oleh semua dosen dari berbagai perguruan tinggi sesuai kebutuhan warga desa, 3) SDL dibangun sebagai digitalisasi ekonomi kreatif mandiri warga sesuai potensi desa, 4) SDL digunakan untuk memastikan karya para dosen menjadi bagian solusi bangsa, terutama warga desa. Target SDL antara lain: 1) berbagai perguruan tinggi sukses bersinergi membangun masyarakat ekonomi mandiri yang terintergrasi pada SDL sehingga aktivitas dapat dipantau secara luring maupun daring (hybrid); 2) anggaran membangun SDL relatif lebih hemat dibandingkan laboratorium fisik 3) terwujud smart campus (digital research lab.), smart society, smart village, dan smart city; 4) konsep dasar SDL dapat dijadikan referensi untuk sektor lain, selain ekonomi kreatif.
Kata kunci: perguruan tinggi, sinergi, smart campus, web.

Authors

Komarudin Tasdik

How to Cite

Smart Digital Laboratory: Strategi Sinergitas Antar Perguruan Tinggi Dalam Membangun Desa Tertinggal. (2022). Jurnal Wahana Informatika, 1(2), 140-146. https://journal2.unfari.ac.id/index.php/jwi/article/view/1000017

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

References

Most read articles by the same author(s)