UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN JUNGRAHAB (Baeckea frutescens L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Propionibacterium acnes ATTC. 1223

endah kartikawati (1) , Dhyta Andri Deswati (2) , Natalia Heidy (3)
(1) Farmasi, FMIPA, Universitas Al-Ghifari,
(2) Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia,
(3) Farmasi, FMIPA, Universitas Al-Ghifari

Abstrak

Tumbuhan Jungrahab (Baeckeea frutescens L.) merupakan salah satu jenis keanekaragaman hayati yang tumbuh dan persebarannya cukup banyak di Indonesia. B. frutescens L. diketahui memiliki senyawa metabolit sekunder aktif yang dapat dimanfaatkan sebagai obat, antibakteri, dan antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui uji aktivitas ekstrak dan fraksi yang terdapat pada B. frutescens L. terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada B. frutescens L. dengan metode yang digunakan adalah ekstraksi dilanjutkan pengujian fitokimia yang terdiri dari uji fenol, tanin, flavonoid, saponin, alkaloid, steroid dan terpenoid. Hasil penelitian menunjukan bahwa daun jungrahab dapat menghambat pertumbukan bakteri. fraksi teraktif ditentukan berdasarkan hasil uji aktivitas tersebut. Penelitian ini menggunakan 5 variasa konsentrasi yang berbeda yaitu, 1000, 800, 600, 400, dan 200 ppm dengan kontrol positif klindamisin dan kontrol negatif DMSO 10% dengan pengulangan percobaan  3 kali. Media yang digunakan untuk peremajaan adalah Nutrient Agar (NA) dan media yang digunakan untuk pengujian adalah Mueller Hinton (MHA). Masa inkubasi yang dilakukan selama 1 hari atau 24 jam pada suhu 37oC. Pengamatan dilakukan dengan melihat zona hambat yang ditandai zona bening disekitar sumuran. Hasil penelitian menunjukan bahwa daya hambat yang paling besar terhadap pertumbuhan bakteri P. acnes secara berturut-turut adalah fraksi etil asetat, fraksi air dan fraksi n-heksan. Hasil studi menunjukkan bahwa fraksi etil asetat merupakan fraksi teraktif pada konsentrasi 800 ppm dengan diameter zona bening sebesar sebesar 16,81 mm terhadap bakteri P. Acnes.

Penulis

endah kartikawati
Dhyta Andri Deswati
Natalia Heidy

Cara Mengutip

UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN JUNGRAHAB (Baeckea frutescens L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Propionibacterium acnes ATTC. 1223. (2023). Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi, 10(2), 40-52. https://doi.org/10.53675/jsfar.v10i2.1057

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Referensi

DAFTAR PUSTAKA

Akihisa, T., Pan, X., Nakamura, Y., Kikuchi, T., Takahashi, N., Matsumoto, M., Ogihara, E., Fukatsu, M., Koike, K., & Tokuda, H. (2013). Limonoids From The Fruits Of Melia Azedarach And Their Cytotoxic Activities. Phytochemistry, 89, 59–70. https://doi.org/10.1016/j.phytochem.2013.01.015

Amalia, R., Marfu’ah, N., & Amal, S. (2018). Aktivitas Antibakteri Kayu Siwak (Salvadora persica) Fraksi Eter Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Secara In Vitro (Vol. 2, Issue 1).

Anita, Basarang, M., Arisanti, D., Rahmawati, & Fatmawati, A. (2019). Analisis Daya Hambat Esktrak Etanol Daun Miana (Coleus atropurpureus) terhadap Staphylococcus aureus dan Vibrio Cholera. Seminar Nasional Sains, Teknologi, Dan Sosial Humaniora Uit 2019, 1–9.

B, harbone J., Sudiro, I., Padmawinata, K., & Niksolihin, S. (1996). Phytochemical methods.

Carpinella, C., Ferrayoli, C., Valladares, G., Defago, M., & Palacios, S. (2002). Potent Limonoid Insect Antifeedant From Melia azedarach. Bioscience, Biotechnology and Biochemistry, 66(8), 1731–1736. https://doi.org/10.1271/bbb.66.1731

Dahlan, M. S. 2013. Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan. Edisi 5. Jakarta: Salemba Medika.

Departemen Kesehatan RI. 2015. Farmakope Indonesia, Edisi 5. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Departemen Kesehatan RI. 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. 10.

Edawati, Z, 2013, Uji Aktivitas Ekstrak Metanol Ascidia (Didenum sp.) dari Kepulauan Seribu dengan Metode 1, 1-defenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dan Identifikasi Golongan Senyawa dari Fraksi Teraktif, Skripsi, Universitas Indonesia, Jakarta.

Graham-Brown, R., dan Burns, T. 2005. Dermatologi, Ed 8. Jakarta: Erlangga.

Garna, H. 2001. Patofisiologi Infeksi Bakteri pada Kulit. Sari Pediatri (4): 205-209.

Handayani, T., dan Yuzammi. 2016. Tinjauan Kegunaan Trengguli Dan Kemungkinan Pelestariannya. Warta Tumbuhan Obat Indonesia 3(4): 15-17.

Harbone J. B. Metode fitokima (Phytochemical Methods)[Book]/ ed. Niksolihin sofia/ trans. Padmawinata Kosasih and Sudiro Iwang. - Bandung: Institut Teknologi Bandung: 1996, 1987.

Hudaya, A., Radiastuti, N., Sukandar, D., & Djajanegara, I. (2014). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Air Bunga Kecombrang terhadap Bakteri E. coli dan S. aureus sebagai Bahan Pangan Fungsional. Al-Kauniyah Jurnal Biologi, 7(1), 9–15. https://doi.org/10.15408/kauniyah.v7i1.2707

Houghton, P. J., and A. Raman. 2012. Laboratory Handbook for the Fractionation of Natural Extract. United States: Springer Science & Business Media. 54

Jabeen, K., Javaid, A., Ahmad, E., & Athar, M. (2011). Antifungal Compounds From Melia azedarach Leaves For Management Of Ascochyta Rabiei, The Cause Of Chickpea Blight. Natural Product Research, 25(3), 264–276. https://doi.org/10.1080/14786411003754298

Jones, K. E., Patel, N. G., Levy, M. A., Storeygard, A., Balk, D., Gittleman, J. L., & Daszak, P. (2008). Global Trends In Emerging Infectious Diseases. Nature, 451(7181), 990–993. https://doi.org/10.1038/nature06536

Karimela, E. J., Ijong, F. G., & Dien, H. A. (2017). Characteristics Of Staphylococcus aureus Isolated Smoked Fish Pinekuhe From Traditionally Processed From Sangihe District. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 20(1), 188. https://doi.org/10.17844/jphpi.v20i1.16506

Kemenkes Republik Indonesia. Farmakope Herbal Indonesia [Book].- Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2017.- vol: p. 532.

Lambers, H., S. Piessens, A. Bloem, H. Pronk, dan P. Finkel. 2006. Natural Skin Surface Ph Is on Average Below 5, Which Is Beneficial for Its Resident Flora. International Journal Cosmetic Science 28(5): 359 - 370

M., A. M. (2013). Pharmacological Potentials of Melia azedarach L. - A Review. American Journal of BioScience, 1(2), 44. https://doi.org/10.11648/j.ajbio.20130102.13

Munasir, Z. 2001. Respons Imun Terhadap Infeksi Bakteri. Sari Pediatri, 2(4): 193-197.

Nielsen, S. S. 2003. Food Analysis 3rd edition. Kluwer Academic/Plenum Publisher. New York, USA.

Oktasila, D., Nurhamidah, & Handayani, D. (2019). Uji Aktivitas Antibakteri Daun Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli. Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Kimia, 3(2), 158–169.

Patwardhan, S., Vadnal, P., Singhai, A. K., and Somani, R. 2009. Studies on Hepatoprotective Activity of Ethanolic Extract of Cassia fistula Bark Against CCl4 Induced Hepatic Damage in Wistar Rats. Pharmacologyonline 2: 50-63.

Pratiwi, S. T. 2008. Mikrobiologi Farmasi. Jakarta: Erlangga. 190.

Perry, A. L., and Lambert, P. A. 2006. Propionibacterium acnes. Journal Compilation Letters in applied microbiology, 42(3): 185-188

Rais Khasanan, H., & Eka Nugraheni, D. (2021). Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Biji Kebiul (Caesalpinia Bondus (L.) Roxb) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. 16(1), 6.

Refdanita, Maksum, R., Nurgani, A., dan Endang, P. 2004. Pola Kepekaan Kuman Terhadap Antibiotika di Ruang Rawat Intensif Rumah Sakit Fatmawati Jakarta tahun 2001-2002. Makara, Kesehatan, 8(2): 41-48.

Rowe, R. C., Sheskey, P. J., dan Quinn, M. E. 2009. Handbook of Pharmaceuticals Excipients. London: Pharmaceutical Press and American Pharmacist Association. 155-653.

Said, N. I., & Marsidi, R. (2017). Mikroorganisme Patogen Dan Parasit Di Dalam Air Limbah Domestik Serta Alternatif Teknologi Pengolahan. Jurnal Air Indonesia, 1(1). https://doi.org/10.29122/jai.v1i1.2293

Seifu, D., Gustafsson, L. E., Chawla, R., Genet, S., Debella, A., Holst, M., & Hellström, P. M. (2017). Antidiabetic And Gastric Emptying Inhibitory Effect Of Herbal Melia azedarach Leaf Extract In Rodent Models Of Diabetes Type 2 Mellitus. Journal of Experimental Pharmacology, 9, 23–29. https://doi.org/10.2147/JEP.S126146

Santa, I. G. P. 1997. Studi Taksonomi Trengguli (Cassia fistula L.). Warta Tumbuhan Obat Indonesia, 3(4).

Schmelzer, G. H. and Gurib-Fakim, A. 2008. Plant Resources of Tropical Africa 11(1), Medicinal Plants, Volume 1. Netherlands: PROTA Foundation. 149.

Seasotiya, L., Siwach, P., Malik, A., Bai, S., Bharti, P., and Dalal, S. 2014. Phytochemical Evaluation and HPTLC Fingerprint Profile of Cassia fistula. International Journal of Advance in Pharmacy, Biology and Chemistry 3(4): 604-611.

Somantri, A. E. 2015. Formulasi Dan Uji Aktivitas Gel Antibakteri Dari Fraksi Aktif Kulit Batang Trengguli (Cassia Fistula L.). [SKRIPSI]. Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor

Supriyatna, Moelyono M. W., Y. Iskandar, dan R. M. Febriyanti. 2014. Prinsip Obat Herbal, Sebuah Pengantar untuk Fitoterapi. Yogyakarta: Deepublish. 52.

Syamsuni, H. 2005. Farmasetika Dasar dan Hitungan Farmasi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 102.

Tiwari, P., Kumar, B., Kaur, M., Kaur, G., and Kaur, H. 2011. Phytochemical Screening and Extraction: A Review. Internationale Pharmaceutica Sciencia 1(1): 98 – 106

Voight, R. 1994. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Wibowo, D. S. 2005. Anatomi Tubuh Manusia. Jakarta: PT Gramedium Widiasarana Indonesia. 13.

Zuhud, E. A. M., E. Siswoyo, A. Sandra, Hikmat, dan E.Adhiyanto. 2013. Buku Acuan Umum Tumbuhan Obat Indonesia Jilid Ix. Jakarta: Dian Rakyat

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama